Quote

"If better is possible, good is NOT enough"

~Andrie Wongso~

Kamis, 18 Desember 2014

Ekologi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Berdasarkan penjelasan di atas, adapun ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya itu disebut ekologi. Dengan ekologi diharapkan interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya dapat lebih dipahami. Jika dikaitkan dengan manusia, pemahaman yang lebih baik diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia tanpa merusak lingkungan. Oleh sebab itu penulis mengangkat tema ini agar kita sebagai manusia dapat menempatkan diri sebagai makhluk yang dapat menjaga keseimbangan terhadap keberadaan makhluk hidup lain dan benda tak hidup di sekitar kita.

1.2.            Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dianalisis yaitu:
1.      Apa yang dimaksud dengan Ekologi?
2.      Bagaimana posisi ekologi dalam biologi?
3.      Jelaskan synekologi dan autoekologi ? Berikan contohnya!
4.      Apa hierarki kehidupan?
5.      Satuan ekosistem?
6.      Bagaimana cara ilmuwan mempelajari alam dengan menggunakan pembelajaran ekologi?

1.3.            Tujuan
Dari rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan tujuan penulisan yaitu:
1.      Dapat menjawab dan menjelaskan berbagai pertanyaan tentang ekologi

1.4.            Manfaat Penulisan
1.      Bagi Penulis
Bagi penulis manfaat yang diperoleh adalah penulis dapat memperdalam pengetahuannya mengenai ilmu ekologi. Sehingga penulis dapat mengaplikasikan ilmu ekologi secara positif dan lebih menghargai keseimbangan lingkungan.
2.      Bagi Mahasiswa
Selain bagi penulis penyusunan makalah ini juga bermanfaat bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengetahui pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar.


BAB II
KAJIAN TEORI
2.1.Arti Ekologi.
Inti permasalahan ekologi adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya disebut ekologi. Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Enerst Haeckel, seorang ahli biologi bangsa Jerman. Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu/telaah. Oleh karena itu ekologi berarti ilmu tentang rumah (tempat tinggal) makhluk hidup. Dengan demikian ekologi biasanya diartinya sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Berdasarkan arti harfiah dari asal katanya ekologi dan ekonomi sama. Ekologi (Oikos dan logos) sedang ekonomi (Oikos dan nomos) sehingga kedua ilmu itu banyak persamaannya. Namun dalam ekologi, mata uang yang dipakai dalam transaksi bukan rupiah atau dolar, melainkan materi, energi, dan informasi. Arus materi, energi, dan informasi dalam suatu komunitas atau beberapa komunitas mendapat perhatian utama dalam ekologi, seperti uang dalam ekonomi. Oleh karena itu transaksi dalam ekologi berbentuk materi, energi, dan informasi.

2.2.Konsep Dasar Ekologi
Pengelolaan lingkungan hidup bersifat Antroposentris, artinya perhatian utama dihubungkan dengan kepentingan manusia. Kelangsungan hidup suatu jenis tumbuhan atau hewan, dikaitkan dengan peranan tumbuhan atau hewan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, baik material (bahan makanan) dan non-material (keindahan dan nilai ilmiah). Dengan demikian kelangsungan hidup manusia dalam lingkungan hidup sangat ditentukan oleh tumbuhan, hewan, dan unsur tak hidup.
Menurut Odum (1979) dalam bukunya “Fundamentals of Ecology”, lingkungan hidup didasarkan beberapa konsep ekologi dasar, seperti konsep: biotik, abiotik, ekosistem, produktivitas, biomasa, hukum thermodinamika I dan II, siklus biogeokimiawi dan konsep faktor pembatas. Dalam komunitas ada konsep biodiversitas, pada populasi ada konsep “carrying capacity”, pada spesies ada konsep distribusi dan interaksi serta konsep suksesi dan klimaks.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
4.1.Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
4.2.Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
4.3.Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.





BAB III
PEMBAHASAN
1.      Apa yang dimaksud dengan Ekologi?
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi adalah ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup. Ekologi bermakna hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dan dengan benda mati di sekitarnya. Oleh karena Manusia sebagai makhluk hidup maka keberadaan dan kesejahteraannya tergantung pada kelangsungan perikehidupan makhluk hidup yang lain. Jadi kerumah tanggaan manusia akan berhasil dikelola dengan baik apabila kerumah tangga makhluk hidup secara keseluruhan dapat dikelola dengan baik (Soerjani et al., 2008). Lebih jauh dikemukan bahwa ekologi mencoba memahami seluruh aktivitas, proses, keterkaitan dan interaksi antar satu komponen dengan komponen lainnya dan dengan spesies lain, toleransi makhluk hidup menghadapi keterbatasan dan perubahan, dan bagaimana individu-individu dalam spesies sebagai bagian dari populasi atau komunitas mengalami pertumbuhan.
2.      Bagaimana posisi ekologi dalam biologi?
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Posisi ekologi dalam biologi ada pada posisi horizontal atau yang biasanya disebut dengan “bentang lahan”. Ekologi bentang lahan memberi kontribusi yang unik khususnya dalam dinamika ekologi lingkup ruang dan waktu. Ekologi bentang lahan bukan sekedar cabang dari ekologi, tetapi lebih merupakan ilmu yang multidisipliner meliputi aspek ekonomi, sosiologi, ilmu kebumian dan geografi, penginderaan jauh dan computer yang saling berinteraksi. Secara geografis, teramat jelas bahwa ekologi bentang lahan mempunyai peranan penting karena dalam dimensi ruang dan waktu. Dalam biologi, tujuan dalam mempelajari ekologi adalah agar manusia atau makhluk hidup lainnya dapat lebih mengetahui dan memahami tempat di mana ia tinggal. Ini merupakan salah satu perwujudan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan. Ekologi adalah salah satu cabang Biologi yang merupakan bagian dasar Biologi. Ruang lingkup ekologi sendiri meliputi populasi, komunitas, ekosistein hingga biosfer. Misalnya, Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan produktivitas.
3.      Jelaskan synekologi dan autoekologi ? Berikan contohnya!
·         Autekologi, yaitu ilmu yang mempelajari suatu organisme  secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi : pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya dan mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang.
·         Sinekologi, yaitu ilmu yang mempelajari antara beberapa kelompok individu yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh sinekologi : mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional.
·         Perbedaan autekologi dan sinekologi :
Dalam autekologi, dapat dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis pohon, dapat juga dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis binatang liar atau margasatwa.sedangkan dari segi sinekologi, dapat dipelajari berbagai kelompok jenis tumbuhan sebagai suatu komunitas, misalnya mempelajari pengaruh keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi dan struktur vegetasi, atau terhadap produksi hutan.
4.      Apa hierarki kehidupan?
Organisasi biologis atau hierarki kehidupan adalah hierarki struktur dan sistem biologi kompleks yang mendefinisikan kehidupan dengan pendekatan yang reduksionistik. Setiap tingkat dalam hierarki menunjukkan peningkatan kekompleksan. Berikut merupakan organisasi biologis sederhana:
·         Biosfer : Biosfer adalah bagian terluar planet bumi yang merupakan tempat hidup dan proses kehidupan. Di biosfer kita hidup dan melakukan segala aktivitas. Kehidupan kita sangat dekat dengan biosfer. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga alam demi terciptanya keseimbangan dalam biosfer.
·         Bioma : Bioma merupakan area luas di bumi yang karakteristik lingkungannya serupa. Di sebuah bioma terdapat tumbuhan, hewan, dan organism tanah yang spesifik. Pembagian wilayah bioma dipengaruhi oleh iklim dari suatu wilayah. Contoh bioma adalah bioma gurun, bioma hutan hujan tropis dll.
·         Ekosistem :Ekosistem terbentuk dari interaksi antara komunitas dengan lingkungan tidak hidup.
·         Komunitas: Komunitas terdiri atas berbagai populasi pada area geografik tertentu.
·         Populasi: Populasi yaitu kelompok organisme sejenis yang tinggal di suatu area.
·         Organisme: Organisme merupakan makhluk yang terstruktur dan memiliki ciri-ciri hidup. Berdasarkan jumlah selnya, organisme dibagi menjadi 2 jenis, yaitu organisme uniselular dan multiselular.
·         Sistem Organ: Sistem Organ ialah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri atas organ-organ yang bekerja sama untuk menghasilkan fungsi tubuh spesifik. Contohnya Sistem Syaraf.
·         Organ: Organ adalah struktur tubuh yang tersusun dari beberapa macam jaringan yang berbeda untuk menghasilkan fungsi tertentu.
·         Jaringan: Jaringan yang menyusun suatu organ disusun oleh sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.
·         Sel: Sel adalah bentuk paling sederhana dari unit kehidupan. Sel mengandung struktur yang disebut organel.
·         Organel: Organel-organel di dalam sel memiliki fungsi-fungsi tertentu untuk menjalankan kehidupan. Contoh organel adalah mitokondria, ribosom, dan kloroplas dll.
·         Molekul: Molekul merupakan bagian terkecil suatu senyawa yang memiliki sifat fisika dan kimia tertentu. Molekul terdiri atas satu atau lebih atom yang diikat oleh suatu ikatan kimia.
5.      Satuan ekosistem?
a. Individu
Individu adalah mahluk hidup tunggal yang menempati suatu wilayah/habitat.
Contoh : seekor ayam, seekor elang, seekor kuda, seekor kerbau.
b. Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup dalam waktu dan tempat yang tertentu.
Contoh : sekumpulan rumput di ladang, tiga pohon kelapa di pantai, dua ekor kupu-kupu di ladang.
c. Komunitas
Komunitas adalah sekumpulan berbagai macam populasi makhluk hidup yang hidup dalam suatu wilayah tertentu. Suatu komunitas tersusun dari semua populasi yang hidup dan saling berinteraksi antara satu dengan yang lain dalam suatu wilayah dan waktu tertentu.
Contoh : komunitas ladang, komunitas kolam, komunitas sawah.
d. Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Oleh karena itu, ekosistem disebut juga sistem lingkungan.
e. Biosfer
Biosfer adalah kumpulan dari semua ekosistem yang terdapat di permukaan bumi ini.
Antara makhluk hidup satu dengan yang lain akan selalu terjadi interaksi. Ekosistem tersusun atas komponen-komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Komponen itu membentuk satuan-satuan organisme kehidupan. antara individu yang satu dengan yang lainnya dalam satu daerah akan membentuk populasi. Selanjutnya, antara popullasi yang satu dengan yang lainnya dalam suatu daerah akakn terjadi interaksi membentuk komunitas. Selanjutnya, komunitas ini juga akan selalu berinteraksi dengan tempat hidupnya. Misalnya rumput hidup di tanah, belalang hidup di rerumputan, dan ikan-ikan hidup di air. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan membentuk ekosistem. Kumpulan ekosistem di dunia akan membentuk biosfer. Urutan satuan-satuan makhluk hidu dalam ekosistem dari yang kecil sampai yang besar adalah sebagai berikut:
 INDIVIDU ------ POPULASI ------ KOMUNTAS ------- EKOSISTEM ------- BIOSFER

6.      Bagaimana cara ilmuwan mempelajari alam dengan menggunakan pembelajaran ekologi?
Mempelajari ekologi sangat penting, karena masa depan kita sangat tergantung pada hubungan ekologi di seluruh dunia. Meskipun perubahan terjadi di tempat lain di bumi ini, namun akibatnya akan kita rasakan pada lingkungan di sekitar kita. Meskipun ekologi adalah cabang dari biologi, namun seorang ahli ekologi harus menguasai ilmu lain seperti kimia, fisika, dan ilmu komputer. Ekologi juga berhubungan dengan bidang ilmu-ilmu tertentu seperti geologi, meteorologi, dan oseanografi, guna mempelajari lingkungan dan hubungannya antara tanah, air, dan udara. Pendekatan dari berbagai ilmu membantu ahli ekologi untuk memahami bagaimana lingkungan nonhidup mempengaruhi mahkluk hidup. Hal ini juga bisa membantu untuk memperkirakan atau meramalkan dampak dari masalah lingkungan seperti hujan asam atau efek rumah kaca.
Ahli ekologi mempelajari organisasi alam dalam tiga tingkatan:
1.      Populasi,
2.      Komunitas,
3.      Ekosistem
Mereka menganalisa struktur, aktifitas dan perubahan yang terjadi di dalam dan diantara tingkatan-tingkatan ini. Ahli ekologi biasanya bekerja di lapangan, mempelajari cara kerja alam. Mereka sering berada di wilayah yang terisolasi seperti di sebuah kepulauan dimana hubungan antara tanaman dan binatang mungkinlebih sederhana dan mudah untuk dipahami. Misalnya ekologi dari Isle Royale sebuah pulau di danau Superior telah dipelajari secara luas. Banyak ilmuwan yang mengfokuskan pada cara memecahkan suatu masalah, seperti bagaimana cara mengendalikan efek kerusakan polusi udara dan air yang berpengaruh terhadap mahkluk hidup.





BAB IV
PENUTUP
4.1. Simpulan
Komponen-komponen yang menyusun lingkungan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu komponen abiotik (benda tak hidup) dan komponen biotik (mahluk hidup). Interaksi komponen biotik dalam suatu lingkungan akan membentuk rantai makanan dan berkembang menjadi jaring-jaring makanan. Keduanya akan menentukan terjadinya aliran energi dan daur materi yang berupa daur biogeokimia. Selain itu dalam lingkungan tersedia pula sumber daya alam hayati dan nonhayati, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan lingkungan, walaupun masih ada faktor lainnya. Manusia yang memiliki akal dan budi memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Namun upaya pelestarian yang telah diupayakan oleh manusia sejauh ini belum maksimal.

4.2. Saran
            Dengan pembuatan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat menyadari akan pentingnya lingkungan alam terhadap kehidupan sehari-hari dan berusaha untuk selalu menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan alam. Selain itu juga mahasiswa diharapkan mampu memahami dan merealisasikan hubungan timbal balik dengan lingkungan.



DAFTAR PUSTAKA

Odum, U. P. 1983. Basic Ecology. Japan, Holt Saunders
Riberu, P. 2002. Pembelajaran Ekologi. Jurnal Pendidikan Penabur - No.01 / Th.I / Maret 2002
Ritohardoyo, Su. 2006. Bahan Ajar Ekologi Manusia. Program Studi Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, UGM, Yogyakarta Senoaji, G. 2003. Kearifan Lokal Masyarakat Baduy Dalam
Mengelola Hutan dan Lingkunyannya, Tesis S 2 Ilmu Kehutanan, UGM, Yogyakarta.

Tidak ada komentar: